"Menjadi Kuat"

"Apa kamu ingat sesuatu yang lucu ketika kamu kecil?" tante membuka pembicaraan dimalam yang hening itu, aku menatapnya setengah percaya, jarang sekali dia mengungkit masa lalu.

"rasanya aku tidak pernah melakukan hal bodoh" ucapku lalu kembali kepada pekerjaan rumahku.

"ah pernah, dikereta waktu itu. Ketika kamu masih berusia sekitar 10 tahun. Besar dan lucu, karena tante selalu merasakan lucu disentuh pipi gembilmu" aku mengingat-ingat memangnya sebesar apa pipiku dulu?

"ceritakanlah" pintaku tak beranjak dari tugas yang kukerjakan

"Alasan dan Makna Kehidupan"

"Bagaimana liburanmu?" tanya tante padaku, sore rasanya semakin mendung saja kalau tante menanyakan hal itu

"seperti biasa, hanya aku dan angin yang menikmatinya" jawabku lalu menyesap teh yang terhidang dihadapanku, tanteku hanya tersenyum. Entah kenapa, tante dan ibuku adik kakak yang sama sekali berbeda. Tanteku penuh dengan keramahan, sedangkan ibuku jangankan ramah kalau bisa melihatnya tersenyum palsu pun aku rela standing applause.

#OneDayTrip : Pulau Pari

Hola Lebaiers, setelah sekian lama jemari gue gak bercumbu sama keyboard, akhirnya sekarang bercumbu lagi. Kangen banget men~
Okeh gue kembali dengan cerita yang cetar banget, secetar petir pagi tanggal 27 Desember itu. Yang sama cetarnya dengan petir gue nekat melakukan backpacker (niatnya sih gitu). Kalo sebelumnya pas hari keberangkatan gerimis dan BMKG tercinta udah menyatakan bahwa seharian akan terjadi hujan sedang plus berawan gue bakal gelar kasur lagi dan berlindung dibalik selimut sambil mencari waktu yang tepat, tapi kali ini dengan semangat '35 yang berarti Indonesia masih menjajah gue dan kakak gue beserta teman yang lain tetep cabut buat ngetrip. Mungkin loe semua bakal bilang bocah gila yang maksain ngetrip, karena dengan cuaca yang sama buruknya dengan patah hati (mulai galau) apalagi kalo tujuan kita itu adalah pantai tepatnya Pulau Pari men tapi gue tetep jalan, gue tambahin lagi kali ini gue bakal kasih hashtag #gagalbackpacker.

"Bu, tatap aku sebentar"

Hujan masih terus turun manakala aku sudah sampai diluar Jakarta. Aku tidak mengerti kita akan kemana, karena memang aku tidak mau tau aku mau kemana, dalam hatiku yang terdalam aku hanya ingin melihat ibuku meski dia kini duduk didepan bersama supir dan aku duduk dibelakang. Lalu gunanya apa supir itu kalau ibuku masih saja duduk didepan?

"bu.." ucapku memecah keheningan, memanggil namun menatap rintik hujan, memanggil dengan keraguan, dan menuliskan 'Hope' pada kaca jendela.

"ya.." namun dia menyahut sambil memandang tabletnya,

"apa ibu tau 3 kata sakti?" sahutku lagi

HHK : Accepted

Menunggu sebulan untuk keterima di perusahaan ini emang jadi alat buat gue melatih mental dan jiwa hihi..
Mulai dari step awal Interview, lalu menunggu seminggu untuk psikotes yang letaknya dijakarta selatan deket Gancit, sampai akhirnya MCU dan dua minggu kemudian baru dikabarkan soal penerimaannya.
Lamanya itu loh gan bisa numbuhin janggut loe sampe tanah kalii.. wkwk..

Gue keterima di perusahaan ini (akhirnya) dengan masa percobaan 6 bulan karena masih fresh graduated, kalo untuk yang udah ada pengalaman sih cukup 3 bulan aja.
Keterima disini serta merta ngebuat gue persis kayak anak tk baru masuk kelas, berdegup gak karuan dan gak tau bakal nemuin apaan. Nah berhubung gue udah meninggalkan status gue sebagai mahasiswa dan kini menjadi pekerja, gue mau share  ke kalian gimana rasanya menjadi pekerja setelah fresh graduated.
HHK atau Hari Hari di K*albe akan mengawali lembaran baru di Desember ceria sekali ini. :)

HHK : Inter-View-Fun

Panggilan pertama ngebuat gue gak percaya sama apa yang gue lakuin, sama apa yang ada pada diri gue sehingga bisa dipanggil.
Well, tentunya lu pada masih bingung apa itu HHK. Tenang jangan bingung, di part 3 gue bakal jelasin :D

Bisa dibilang Interview pertama yang gue jalani adalah di Hok*ben, salah satu retail makanan jepang terbesar yang lagi mau lebarin sayapnya ke Singapura. Pertama kali interview itu rasanya bagaikan dihadapkan pada juri x-factor yang punya kripik pedes, HRD-nya terkesan menyepelekan peserta dan pada akhirnya saking berdegupnya jantung gue, gue memilih senyum sebagai pelampiasan dan dari situ mulai timbul bahwa gue gak bakal diterima. Jadi dihari berikutnya gue langsung meluncur ketempat kedua gue interview dan tes. Letaknya di Cawang, nah disinilah gue belajar sangat banyak sekali dari temen-temen seperjuangan dimana rata-rata mereka sudah berpengalaman.
Gue belajar hal ini nih :
"Gak usah gugup, gak usah tegang. Enjoy aja kalo ngejalanin, jawab sejujurnya. Jujur itu kan gak dosa. Toh ini bukan skripsi yang kalo gagal harus ngulang tahun depan. Kalo disini loe gagal tandanya Tuhan gak pengen loe ada disini. Dia punya tempat yang lebih baik"

HHK : Beginning

Impian terbesar dari setiap manusia adalah menemukan mimpinya dan langkah awal gue dalam mewujudkan impian gue untuk bisa kuliah lagi (amin) adalah bekerja dahulu mencari segepok modal :D

Well dalam bekerja menemukan segepok uang pun gue gak anggep sembarangan, mungkin kalian bisa sebut gue pemilih tanpa ampun, kualifikasi tanpa batas ataupun sok jual mahal, tapi gue yakin hal yang gue yakini ini adalah atas seijin Tuhan :D

Kriteria gue dalam mencari pekerjaan adalah kerjanya dibidang yang emang gue geluti; akuntansi. Gak boleh jauh dari itu bahkan melenceng, cukup gue jadi pelancong untuk urusan alam, urusan ilmu jangan sampe. Yaaa meskipun gue gak pandai-pandai banget dalam hal akuntansi dan menyenangi beberapa mata kuliah yang hampir gak ada hubungannya dengan akuntansi tapi gue merasa bahwa ilmu yang gue tanem selama 4 tahun di bangku kuliah ini gak boleh terbuang sia-sia, setidaknya langkah awal ini harus diawali dengan semangat menggebu tentang penyaluran ilmu terpendam ini. Huehuehue..

3 Kata Sakti

“hah? 3 kata sakti?” tentunya aku kaget karena tiba-tiba saja tanteku mengatakan sesuatu yang tidak biasa. 3 Kata Sakti?

Sore itu kami sedang menunggu diteras rumah, menunggu ibuku menjemput untuk berlibur bersamanya. Liburan kali ini adalah bagian ibuku, setelah sebelumnya ibu mengundur-undur sampai aku mengatakan dengan keras bahwa tidak sekarang maka tidak ada hari esok. Ibuku terlalu banyak mengatakan alasan dengan pekerjaannya, maka aku harus mengatakan bahwa aku juga tidak punya banyak waktu untuk mereka yang tidak pernah menyempatkan waktu untukku.

“jangan kaget begitu ah..” ucap tanteku sambil tersenyum

“ya gimana gak kaget, kita gak ngobrol apa-apa, tiba-tiba tante udah ngomong 3 kata sakti aja. Emang apaan sih itu? segitu saktinya sampe ada 3, apa karena ada 3 jadi sakti?” kali ini aku nyerocos tanpa henti. Menghentikan kegugupan bertemu dengan ibuku.

“ah, kamu ini kritis sekali. Kenapa tante katakan 3 kata sakti, karena kata-kata ini akan membuatmu juga sesamamu menjadi lebih berharga, akan membuat hidupmu penuh dengan kebahagiaan dan yang pasti akan membuat sekitarmu menjadi sesuatu yang lebih”

BERPURA-PURA BUTA

Aku tidak pernah mengerti bagaimana bisa manusia sehat mencuri dari yang berkekurangan. Seperti saat ini tanteku telah kecopetan, tas dan segala isinya telah hilang.

Aku menemui tanteku yang berniat naik kereta setelah pulang dari mengajar dikantor kepala stasiun Manggarai. Tanteku sadar kehilangan tasnya ketika dia hendak menelfon memintaku untuk menjemput.

Ohya, tanteku itu orang yang kuat, dia tidak pernah mau tunduk pada kekurangannya dan selalu menganggap dirinya normal. Bahkan dia beraktivitas seperti orang normal lainnya, bedanya sesekali dia minta bantuan petugas untuk membantunya.

“Bagaimana bisa kehilangan?” tanyaku, duduk disebelahnya. Masih dengan wajah tersenyum dia hanya menaikkan bahunya. Kini kami menunggu siapa tahu copetnya membuang tasnya dikereta dan hanya berniat mengambil uangnya saja.

“apa tidak aneh, mencuri dari orang buta?” sahutku lagi agak kesal, membuat petugas yang ada disana melirikku lalu melirik tante yang duduk tepat disebelahku

BUMI ITU BULAT

“bumi itu sebenarnya gak bulat” ucapku pada tante saat kami sedang duduk dihalte menunggu bus yang akan mengantarkan kami pulang setelah lelah berbelanja pakaian untuk natal.

“bulat kok, kayak tahu bulat” jawab tanteku sambil memakan tahu bulat yang baru saja kami beli

“tapi gak bisa dimakan” sahutku ketus, lagi lagi tanteku tersenyum lalu menyodorkan tahu bulat padaku, meski kesal aku menerimanya lalu memakannya

“tante gak lebih pintar daripada ponakan tante yang jenius ini. Tapi setidaknya tante mengerti ada maksud kamu mengatakan itu”

“bumi kotak bagaimana?” sahutku lagi

KEADILAN HIDUP

Aku bukanlah anak yang menyenangkan kalau kata tanteku seperti itu, katanya aku anak yang terlalu kritis untuk seusiaku. Dan kurasa itu bukanlah salahku, salah asuh mungkin. Boleh kan seorang anak menyalahkan orang tua disaat orang tua mulai menyalahkan anak atas tersitanya waktu mereka.

Sejak usia 5 tahun aku tinggal bersama tanteku, dia orang yang baik dan sangat penuh semangat. Bahkan kalau aku katakan, dia sangat bersemangat untuk ukuran berkekurangan sepertinya. Dia buta dan selalu meraba-raba jalanan dengan tongkatnya, kacamata cantik bertengger dimatanya. Pernah ketika kami sedang duduk berdua dibangku teras rumah aku bertanya kepadanya.

Gadis Bali (2)

Liat dulu part 1-nya maaang


Begitu dia turun dari motor gue, akhirnya dia narik nafas dan mulai berbicara.

“Maafin gue yang gak bisa bales perasaan loe. Maafin juga karena gue, hubungan loe sama kakak loe agak merenggang, tapi gue mohon. Gue sayang banget sama kakak loe, gue mohon ijinin gue buat terus bareng kakak loe. Gue minta maaf banget” perasaan sedih tiba-tiba aja meliputi hati gue, sekarang siapa yang gak miris ngeliat cinta terpendam selama tiga tahun nangis didepan muka loe, minta ijin untuk pacaran sama cowok lain. Gue rasa gue adalah orang yang ‘sangat beruntung’ itu.
Gue gak jawab apa-apa, gue cuman pasang helm lagi dan starter motor. Melaju kencang menembus angin malam (setelahnya gue dikerokin sama Indra, thanks a lot ndra).

Kemudian gue banyak mikir, mikirnya gue gak lupa diselingi dengan emutan choki-choki dan petikan gitar Endah juga gak lupa sama percakapan Indra dengan dirinya sendiri.

“Mau gimanapun cinta yang terpendam itu salah loe rid, kan udah gue bilang ungkapin ungkapin”, kampret Indra nguliahin gue, tapi bener juga sih emang.

“cinta itu kayak bulu bulu halus ketiak, gak keliatan dan gak berasa kalo kita pake baju berlengan, tapi kalo lagi gak pake baju berlengan keliatan dan berasa banget”, udah mulai menjijikkan perumpamaannya

Gadis Bali (1)

Cinta emang gak pernah salah, ya kalo Cinta disalahin kasihan dia dong. Kan hak dia bareng sama Rangga meski udah 12 tahun lewat. Okelah itu kisah yang lain. itu loh Love Life Li*e. Yang ini kisah gue, bukan gue mau curhat tapi okelah gue akuin gue mau curhat (meski ini kesannya gak gentle banget, tapi gue bakal berusaha gak nangis ketika menceritakannya. Dan meski gue nangis gue yakinin kalian bahwa kejantanan gue gak bakal berkurang karena curhatan gue).

Gue Ridwan gak pake Kamil dan bukan Rangga apalagi yang sedang mencari Cinta lewat find alumni. Cintanya gue tepat ada dihadapan gue. Cintanya gue ini teramat baik dan sungguh bagaikan malaikat turun ke bumi untuk menyapa manusia hina. Ya, meski gue gak bisa bilang dia seratus persen baik, tapi gue bisa pastikan cewek yang rapuhnya bagai rembulan dan cerianya bagai mentari yang menyinari setiap perjaka, dia adalah mahkluk yang menurut gue udah cukup ada satu aja, karena kalo ada banyak gue yakin gue termasuk yang disisihkan dari daftar mereka.

Hati emang gak pernah salah memilih, rasa sayang pun gak pernah salah atas kehadirannya, yang salah adalah ketika itu tidak pada waktu yang tepat, tidak dalam kondisi yang memungkinkan, dimana situasi sangat amat tidak mendukung. Dia mantan pacar kakak gue yang lebih keren kece dan tenang daripada gue. Mantan pacar doang terus masalahnya dimana? mungkin itu yang ada diotak kalian yang besarnya tidak lebih besar dari kepala kalian (ini jelas, karena kalo kebesaran rambutnya dimana coba?). Maka dari itu dari sinilah cerita ini berawal. Gue harap kalian menyimaknya baik-baik, bayangkan kalau perlu bagaimana pejantan memperlakukan sebuah cinta dan bagaimana kami kaum lelaki akhirnya terlampau semangat menggapai cinta itu meski kadang kami letih dan enggan untuk move on.

Phala-wan

"Kalau Indonesia merdeka boleh ditebus dengan jiwa seorang anak Indonesia, saya telah memajukan diri sebagai kandidat yang pertama untuk pengorbanan ini"
                                                                                Harian  Tjahaja, 29 April 1945 -Oto Iskandar di Nata-

Menurut gue kalimat diatas menggugah banget sampe ke dasar hati gue yang paling dalem, yang dalemnya lebih dari lautan *oke fokus*.

Pasti menurut kalian pahlawan itu sekarang ini bukan cuman yang ngacung-ngacungin tombak yang ujungnya ada mata piso, pasti bukan itu karena itu udah jadul dan gak hits banget buat jaman berteknologi mbah google ini.

Tapi meski pahlawan bukan orang yang teriak teriak “MERDEKA ATAU MATI” sekarang ini, pahlawan tetap dianggep sebagai sesuatu yang suci dan jauh dari kebanyakan orang. Kenapa? salah apakah si pahlawan ini sampai tidak ada lagi yang mau memasang badan untuk menjadi pahlawan?
Semua masih memilih sebagai si jahat daripada si pahlawan, karena pekerjaan si jahat lebih mudah dan ringan daripada si pahlawan *poor for hero*.

Sebelum Selagi Sesudah

Siang itu panasnya Depok macem matematika yang solusinya gak nemu, bikin ujung kaki sampe ubun-ubun berasep.
Gue yang nongkrong di mantan kampus, jadi ngerasa aneh ngeliat mahasiswa-mahasiswi bersileweran dengan tas di pundak dan segerombolan anak yang mengelilingi mereka. Kalau dulu waktu masih ngampus gue gak pernah berfikiran bahwa hal ini bakal gue rinduin, betapa banyaknya tugas atau apapun itulah namanya. Awalnya ngerasa belum siap padahal waktu kuliah pikiran udah pengen cabut aja karena puyeng, well ketika menginjak arti lulus gue pun sadar bahwa sekarang gue udah menjadi bagian dari masyrakat seutuhnya.

Mungkin dilema yang gue rasain ini bukan cuman gue doang yang punya, tapi hampir semua temen seangkatan dan diatas angkatan membicarakan bahwa menjadi mahasiswa adalah sesuatu yang sakral dimana loe bisa bermain sambil berfikir, dimana loe bisa mengerahkan kekuatan loe bukan hanya untuk belajar tapi juga untuk menyalurkan apa yang loe sebut passion ataupun hobi, loe bisa eksplore segalanya diwaktu senggang loe kuliah, bahkan nyicip bagaimana rasanya kerja kantoran dengan magang, dimana untuk manusia malas, menjadi mahasiswa berarti masih berlindung dibalik ketiak orang tua dan selamanya dianggap belum cukup untuk menjadi bagian dari masyrakat.

Komentar-in : "Katanya Royal Wedding"

Tadinya nahan diri buat komentar, eh akhirnya komentar juga, lagi iseng sih :v
Tanggal 16 secara kebetulan tipi gue masuk rumah sakit, alhasil gue gak nonton dan ngedokem sama buku pelajaran. Nah tanggal 17 ini tipi gue akhirnya keluar dari rumah sakit dan bisa ditonton kembali dengan normal. Begitu nyalain eh ada si Raffi sama Gigi lagi diwawancara sama host yang biasanya jual unit rumah, disitu sih tulisannya wawancara eksklusif tapi gue tau tuh dibaliknya pasti si host itu mau nawarin unit yang biasa dia jual dan "jangan lupa 3 hari lagi harga naik, ayoo sekarang kesempatan kamu kapan lagi bisa dapetin rumah semurah ini dengan fasilitas yang mewah dan juga elegan 3 hari lagi harga naik" wkwk :v

Skripsaaaahh Part 5 : FINALLY!

Yak, akhirnya akhirnyaaaa.. :D
setelah berleha-leha dengan kemalasan menulis dan diburu berfikir gue akhirnya menyempatkan diri untuk kembali kerumah maya ini.. ^^
rasanya kangen juga sudah lama tidak menarikan jemari di keyboard hitam yang sudah bersetubuh dengan sidik jari gue..

Kuliner : Ayam Penyet Margo

Siang terik begini bakal nampol kalo makan yang pedes-pedes yaa kayak ayam penyet sambel ijo laah yaaa.. ditambah nyeruput es teh yang super duper dingin dan didepannya berdiri kipas yang tiada arti karena angin yang keluar dari kipasnya cuman angin panas~

Kurang?

Kuliner : Gerobak Cokelat


Gerobak cokelat yang sama sekali gak gerobak dan sama sekali gak cokelat. Sebelum gue meyatroni (halah macem maling aja) gue mempunyai imajinasi bahwa yang gue datengin adalah sebuah gerobak berwarna cokelat dengan cokelat utuh berbungkus plastik yang menghiasi gerobak itu dan aroma cokelat menguar kemana-mana atau kalo emang tempat itu berada diruang tertutup setidaknya ada gerobak yang nongkrong di dalamnya dan bergelayutan cokelat.
 Tapi imajinasi tinggallah imajinasi, gerobak cokelat menyajikan sebuah tempat makan dengan model minimalis dan gue gak bisa menemukan sesuatu yang berbentuk gerobak atau bau cokelat, dengan kata lain gue gak menemukan satupun kiasan yang tergambar dengan jelas atau mungkin emang disini doang yang beda kayak stasiun televisi yang kita punya itu..

Gadis Kecil dalam Kereta

Sore ini cukup terik, seperti hari pada bulan musim kemarau. Matahari rasanya semangat sekali memancarkan sinarnya diiringi dengan angin panas yang menerpa diri.
Tepat menunjukkan pukul 16.00 ketika aku akhirnya sampai di stasiun lenteng agung, saat ini aku tengah berada di kereta Bogor-Jakarta Kota, hendak turun di Manggarai dan sambung ke Bekasi.
Kereta ramai, oleh mahasiswa ataupun para pekerja kantoran entah mau pulang atau malah baru berangkat. Aku berdiri sembari menatap pemandangan diluar, melihat sekilas kemudian menghilang, melihat sekejap kemudian berganti. Kuperhatikan pemandangan yang memang biasa kulihat, mencari sesuatu yang barangkali terlewatkan, dari telingaku berdendang The Dandees sedang membacakan Darto Five diselingi lagu-lagu pilihan.

Skripsaaaahh Part 4

Akhirnya gue balik lagi kerumaaah blog gue tercuintaaaahhhh ;D
*sujud syukur* *cium cium lantai* *angkat tangan tinggi-tinggi*

Setelah melewati masa masa pengumpulan materi dan sebagai-bagainya yang butuh perjuangan, butuh keluh kesah, butuh peluh keringat. Gue jadi makin sadar, inilah hidup inilah perjuangan itu.
Mungkin orang lain bisa bilang jangan anggap susah sesuatu yang namanya skripsi, jangan dibuat pusing nanti juga selese. Kenyataannya apapun itu yang namanya dikerjain pasti bakal kelar deehh.. percaya sama gue jangan percaya sama tetangga yang suka selingkuh, ckck..

D.C : Dimensional Sniper

Ijinkan gue teriak dulu sebelum gue mulai nulis..
aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaakkkk!!
tepat dihari ini gue abis nonton Detective Conan dalam rangka ulang tahunnya yang ke 20, Dimensional Sniper.
Beuuhhhh! sesuai dengan ekspektasi gue film kali ini juga diolah dengan apik dan menampilkan twist yang luar biasa. Yang bahkan ketika scene terakhirnya gue sama sekali gak bisa mingkem. wekekekk...
Okeh Fine! ini mungkin seiring dengan efek gue yang tergila-gila dengan shinichi kudo dan suka dengan Detective Conan.

Mimpi 3

Tadinya gue mau nulis mimpi 2,5 tapi kok kayaknya gue jadi mau ketawa sendiri, sumpah kayaknya nanggung banget buat judul pake setengah segala, mungkin besok seperapat kali... wkwk..

Tapi dibalik itu semua sebenernya gue mau nulis apa sih? apa lanjutan dari mimpi 2 gue, dimana dimimpi itu gue gagal dalam misi gue. Kurang tau juga sih sebenernya. Ini kayak bukan lanjutan, ini seperti dunia imajiner gue yang lain. Dimana gue bermimpi panjang menyelamatkan alien! mantep gak tuh gan! :D meski pada akhirnya gue mati ._.

-0-

Ketika aku bangun dipagi itu, badanku pegel semua, kayak abis lari tujuh puteran gor bekasi yang baru dibangun. Aku melihat kesekeliling, sebuah kamar yang sama sekali gak aku kenal tapi gak asing. Ada beberapa baju yang berserakan, aku pun melihat badanku sendiri.. telanjang dada.. dadanya rata...(titik)
Dadaku rata, begitulah yang terlintas diotakku, aku berlari ke kaca yang manis duduk ditembok kamar. Aku jadi cowok.. berubah.. ilang... dadanya.. rambutnya ilang...Aku langsung garuk-garuk pala, salting sama perubahan ini. Kalopun ini mimpi, gak biasanya aku berperan sebagai cowok. itulah yang ada diotakku saat itu.

Skripsaaaahh Part 4

Uciing ala ueeeee!!
yaelaah udah nyampe skripsi part 4 gue masih mandek di bab 4 ajeee..

Lebih parahnya lagi nih, terakhir gue bimbingan seminggu yang lalu dan gue baru sempet nulis sekarang dikarenakan adanya topan yang ngebuat gue gak bisa bangkit dari kubur adalah gue ganti variabel dependen men.. OH-EM-JI

Mimpi 2

Aku tak bisa mengatasinya sendiri, aku butuh bantuan..
Malam ini aku kembali kedalam mimpi kelamku, aku dikejar.. aku berteriak dan tidak ada yang mendengarku..
Aku terus berlari sampai hilang rasaku, hilang hidupku, keringat bercucuran..
Aku tak kuat, jangan perlakukan aku seperti ini, aku ingin menyerah..
Jatuh.. tersungkur dan berat mataku..
Ingatan tentang rumah sakit itu kembali lagi, menjamah setiap ingatanku, menagih janjiku untuk memerangi ketakutan itu, dan kini aku dalam diriku sendiri. Berperang dalam hati yang rapuh dan ingatan yang kabur.
Aku kembali berdiri, berlari dan kemudian ada yang menghentikanku..
Menghentikanku dari lariku. Membuatku menatapnya.

"Sudah tiba bagimu.." katanya, membuatku hilang kendali, membuatku memberontak, aku tak ingin menghadapi apapun yang menakutkan, biarkan aku pergi, biarkan aku sendiri..

"Jangan pernah lari lagi, hadapilah dunia ini dan lawanlah dirimu sendiri..."

Pinjamkanlah bahumu..

Sesal tiada berarti, kesal tiada berujung..
ketika semua ditumpuk menjadi daya yang tak berguna..
hanya lemah dan lemas yang terasa..
ketika semua menghilang dan menjadi abu hanya diam yang tertinggal
aku sudah tak mengerti kenapa
tertawa tapi hampa
tersenyum tetapi kosong
aku merasa tiada arti
tak menjejak pada tanah
membuat diam dan kosong

Skripsaaaahh Part 3

Kalo kemarin perhitungan manual dan spss tidak banyak masalah buat gue, pertama manual berdasarkan laporan keuangan dan Puji Tuhan, laporan keuangannya lengkap.

Kedua, spss adalah model yang umum dan hampir semua anak tau, jadi untuk siapa yang ngajarin spss gue gak khawatir dan menyerahkan kepercayaan gue sama Findi buat ngasih ilmunya ke gue.

Menurut gue yaa spss juga gak sebegitu sulitnya, kita tinggal input arahin mau ngapain sedikit manipulasi kalo perlu dan selesai. Output pun keluar semua bersamaan. How Great! Dan pada akhirnya terburu-buru gue ketahan disini, di Fuzzy.

#OneDayTrip : P. Untung Jawa

Mulai dari dibilang gagal mup on, orang depresi, lirik-lirikan sama pacar orang sampe ditawarin nginep karena kasian, wkwkwk.. inilah yang gue alamin di ngetrip sendirian gue kali ini.
"Tumben mblo ngetrip sendirian, biasanya rombongan biar gak dikira jomblo sekarat?"
Sebenernya udah dari jauh hari gue ngerencanain ngetrip, awalnya ke Cibodas karena gue pengen banget ngeliat bunga sakura mekar, dulu gue kesitu cuman liat batangannya sakura doang, eh tapi emang bukan jodoh dua hari sebelum gue mau ke Cibodas, gue telfon pihak Cibodas, iseng mau mastiin good gooodd goodd eh ternyata firasat buruk bener kejadian, tuh bunga sakura udah rontok bersih sebelum gue sempet ngejejakin kaki ke Cibodasnya. Gue pun mulai garuk-garuk celengan orang..

Mencintai Diri Sendiri

Kita perlu mencintai diri kita sendiri, gue sering mendengar hal ini. Bingung, ragu dan gak ngerti yang gue rasain. Gue pun berfikir yang kayak gimana mencintai diri sendiri, gue makan 3x sehari, mandi 2x kadang 3x kalo gerah, sikat gigi minimal 2x sehari, ganti baju (meski kadang sampe 3 hari gak ganti-ganti) dan gue cukup sering ketawa akibat nonton Sule dan Haruka yang ngebuat gue jadi fansnya meski belum garis keras, gue juga ngerasain sedih kalo lagi ngepost yang galau-galau nginget mantan dan kesalahan yang diperbuat lalu interospeksi.

Sampai titik ini gue masih bingung apakah yang gue lakuin ini sudah termasuk mencintai diri sendiri atau belum?

Masa Dahulu

Kemarin gue ketemu sama temen sekolah, semasa smp dulu..
Dia bilang gue udah jadi cewek dan udah gak sok cool lagi, haha..
Inget dia ngomong kayak gitu, gue jadi keinget masa lalu, dimana gue jadi calo buat para cowok nulis surat cinta buat ceweknya..

Wah dijaman gue kertas orji aje laris banget, apalagi nyatain cinta pake surat cinta. Ngetren bener..
Semasa gue sekolah dulu, nembak cewek adalah sesuatu yang sakral, meski beberapa ada juga yang player, tapi itulah masa smp gue..

Ada yang belajar gitar mati-matian cuman demi nembak si cewek, karena cewek itu doyan satria bergitar, gue pikir itu lebih baik, si cowok rela nabung beli gitar dan berlatih giat daripada si cewek demen satria berkuda, udah beli kudanya mahal kursusnya juga gak gampang lagi

Mimpi 1

Aku berlari dalam pekatnya gelap, terus berlari.. terengah-engah.. namun tak pernah membiarkan kaki berhenti berlari, sampai lelah kakiku, sampai lemas badan ini, aku tak membiarkan kakiku berhenti bergerak. Aku tak takut menabrak dalam kegelapan itu, aku hanya takut hingga terus berlari sampai tidak tau harus berlari sampai mana, harus berlari kemana.. tidak tentu arah dan tidak pernah sadar apakah aku hanya berlari disatu tempat saja atau memang benar-benar berlari…

Hingga akhirnya terang datang dan aku hadir dalam sebuah tempat, tempat ini pernah kudatangi. Entah apa yang dikehendaki alam sadarku hingga aku kembali kesini, tempat yang diselimuti ketakutan dan aku pun takut..

Aku berjalan dan menemui banyak orang yang meski asing bagiku tapi aku mengenal mereka, aku merasa dekat dengan mereka, begitu pun dengan mereka. Melegakan namun juga menakutkan, teringat bahwa tempat ini adalah tempat yang paling kutakuti.

Aku masuk kedalam sebuah ruangan yang terasa sangat akrab, tapi kemudian lelaki yang berada disana tersenyum lalu berkata

Cinta yang Menguatkan

Aku menatapnya dari kejauhan, dia berbeda dari yang lain, dan kurasakan hati yang berdegup kencang, ya aku menyukainya sejak pertama kali melihatnya, dia sakit… hidupnya tak lama, tapi aku bagai tak perduli, aku terus mendekatinya dan terus mendekatinya.. hingga akhirnya hatiku teryakini dan dia pun jadi milikku, aku pun jadi miliknya.

Hari itu kami dirumah sakit, dan aku menemukan kenyataan bahwa hidupnya tak bisa lama, sampai 20 tahun, itu membuatku sedih, membuat tidurku tak nyenyak, membayangkan bahwa dia yang kusayang akan pergi selamanya. Semenjak itu aku sulit untuk tidur, aku takut ketika kubuka mataku, aku telah kehilangannya. Aku takut…

Kini meski aku tidak takut lagi untuk memejamkan mata tapi aku selalu berdoa bahwa kamu masih ada disana, menungguku lalu kita berangkat sekolah bersama, menyapaku dengan senyuman manismu, menyapaku dengan hatimu.

Penantian Manis


Penantian telah terbayar lunas, hati yang sepi telah lenyap. Terganti dengan alunan melodi yang indah, terganti dengan rindu yang menyelinap. Membuatku tersenyum, membuatku bahagia.
Dia telah hadir dalam mimpiku, telah hadir dalam hidupku, dalam setiap jengkal fikiranku.
Cinta adalah sesuatu yang manis, seperti gula dalam kehidupan, akan hambar tanpanya, akan menyedihkan tanpanya. Kini aku pun telah memiliki cinta itu, yang tanpa kusadari telah mengakar dalam hatiku dan kini terus tumbuh seiring kami menjalaninya.

Kadang aku berfikir bahwa setelah segalanya terjadi, ketika mereka para lelaki membuatku terjerumus dalam harapan palsu, aku bisa untuk sendiri, aku bisa untuk tidak memikirkan yang lain selain diriku. Aku kuat dan aku akan mengurus diriku sendiri tanpa memikirkan yang lain, tanpa harus takut untuk ditinggalkan, tanpa harus takut untuk kembali menata hati usai dihancurkan sekejap.
Indahnya cinta tentunya tak membuatku skeptis, lukanya pun tak membuatku trauma. Aku hanya butuh waktu sendiri, aku hanya butuh menumbuhkan rasa percayaku bahwa diluar sana ada jodohku, yang siap menerimaku apa adanya, yang siap menerimaku karena beginilah aku.
"Janganlah berubah demi cinta, berubahlah karena cinta membuatmu mau berubah".

Kembali Padamu

Aku meninggalkanmu bukan dengan kemantapan hati, tapi dengan sakit dan perih yang kurasa. Perih atas pengkhianatan yang kamu lakukan. Sakit atas keputusan sepihak olehmu. Segalanya diperdebatkan, segalanya menjadi alasan, membuatku sulit untuk bergerak, membuatku sulit untuk memutuskan dan akhirnya membawaku pada kepasrahan.

Bukan hanya wanita yang selalu mengalami dilema cinta bukan? lelaki sepertiku pun juga mengalaminya. Memutuskan sesuatu tidak semudah itu, banyak yang harus difikirkan, banyak yang harus dipertimbangkan. Tapi kamu dengan mudahnya memutuskan tanpa mengerti bagaimana perasaanku, hilang dan kemudian hadir dengan berita bahwa telah memiliki yang lain dihatimu.
Lalu bagaimana diriku?
tersenyum pun tak mampu, sedih pun tak sanggup. Aku hanya bisa memandangmu bahwa segalanya ini adalah tipuan, bahwa ini hanyalah mimpi yang akan berakhir. Bahwa ini hanyalah sebuah ilusi dimana kamu akan kembali kepadaku.

Tolong Maafkan Aku

Sebetulnya hati ini sudah lelah, jiwa ini sudah tak mampu lagi menahan segalanya, mata ini sudah tak kuasa membendung setiap tetes air mata yang dikeluarkan hanya karenamu.
Karena hati ini, karena sayang ini aku kembali lagi padamu, aku mempertahankanmu, aku mencoba untuk menata hati untuk melanjutkan hubungan ini.

Betapa perihnya aku ketika hubungan kita selalu diselingi kata putus atau istirahat. Kau biarkan aku dalam kegundahan luar biasa, kau melukai hati ini.
Betapa sedihnya aku ketika memutuskan berpisah hanya karena adanya orang lain atau mantan-mantanmu yang memanggilmu.
Betapa terlukanya hati ini manakala malam-malam yang kulalui bersamamu harus benar terpisah, padahal kita tak terpisah jarak tak juga sulit untuk berkomunikasi. Kita selalu menjaga agar satu sama lain saling tahu kegiatan yang tengah dilakukan, tapi ketika kita sedang putus, ketika kita memutuskan untuk berpisah karena hal yang sepele, kau biarkan hati ini sendiri dimalam yang dingin.

Ketika akhirnya setelah kita menjalani sendiri kau datang kembali dengan kata-kata sedihmu dan menyatakan betapa perih hidupmu tanpaku, hatiku pun luluh, hatiku pun tak kuasa menahan dirimu masuk dalam hatiku kembali, aku pun mempersilahkanmu masuk kembali ke dalam hati yang perih ini.

Sekali kita bertengkar dan akhirnya kita dipersatukan kembali, aku berfikir bahwa kamu adalah jodohku, kamu adalah bagian dari hidupku, hatiku dan keseharianku. Kamu adalah belahan jiwaku sesungguhnya. Namun kejadian itu berulang kembali, kita kembali putus dan hati ini kembali kepada kekelaman.

Aku ada disampingmu

Angin itu membelai lembut rambutku, mengusap pipiku dan menerbangkan setiap leleh mataku.
Seringnya rindu ini tak tertahankan sampai ingin ku menangis.
Seringnya rasa ini tak terbendung sampai ingin ku menangis.
Dia jauh disana, melewati gunung dan lautan dan aku berada disini.
Hubungan jarak jauh... komitmen kami, tekad kami, bentuk hati kami yang tak ingin kalah oleh jarak.

Tanah yang kami pijak tak lagi sama, udara yang kami hirup tak lagi sama. Meski ada sesak dalam hati ini, apalah yang bisa kulakukan.. tak mungkin aku dan dia bersikeras bertemu tiap bulannya, terlalu sulit..
Hubungan ini sudah kami lalui lebih dari dua tahun, sudah banyak rasa yang terucap, sampai aku akan tersenyum mengenangnya, sudah banyak pertengkaran jarak jauh yang kami alami, sampai aku merindukan pertengkaran itu.
Tidak jarang diriku marah padanya dan dia selalu menjadi air untukku, menyejukkan tiap jengkal diriku dengan dirinya, membuatku tidak lagi marah dan kembali tersenyum.

My First....

Cinta gak cuman sekedar kata-kata aku kamu, aku cinta kamu, aku sayang kamu, aku dan kamu bersama dan sebagai-bagainya.
Cinta bukan hanya tentang kita berdua dan hati kita yang telah terikat satu sama lain, ini bukan hanya tentang hati kita.

Cinta juga tentang seberapa besar kita saling memahami, seberapa besar kita saling mengerti dan seberapa besar rasa toleransi kita atas segala halnya
Cinta juga tentang bagaimana kita menjalaninya dan orang-orang yang disekitar kita, menikmati semua moment kisah kita.

Inilah Cinta bukan hanya tentang aku dan kamu, tapi juga tentang pandangan kita terhadap kehidupan, pandangan kita terhadap masa depan dan pandangan kita terhadap cinta ini sendiri.

Kisahku tepat dimulai dua tahun yang lalu, beranjak dari bukan siapa-siapa, beranjak dari siapa sih dia.. sampai pada akhirnya hati menautkan kami, membuat kami bersatu. Ya, dialah kado terindah bagiku.. dialah cinta pertamaku.. dan dialah yang sampai kini berhasil membuatku kacau.. dia juga yang berhasil membuatku lupa tertawa dan tersenyum.

Skripsaaaahh Part 2

Setelah hilir mudik di Skripsaaaahh Part 1 gue pun berkutat kembali dengan jadwal Dosen Pembimbing yang ceritanya sibuk. Entah sibuk nyidang mahasiswinya ataupun mahasiswi tetangga, intinya dia sibuk ngajar dan sidang. Dan gue sibuk meratapi nasib masa depan yang masih setia digantung sama si Bapak.

Tau kan bagaimana penolakan sadis ala Si Bapak yang langsung dengan tegas menolak judul yang gue ajuin. Oke akhirnya beberapa minggu kemudian setelah selesai menggali lubang dipojokan kamar guna menyehatkan hati yang hampir menggila gue ketemu sama bapaknya lengkap dengan alat analisis yang dia pinta.

Penantian ini pun punya ekor panjang, awalnya gue bimbingan sendirian tuh dan telat karena ada kuliah di Kalimalang, yaaa butuh waktu dong pastinya ke Depok. Dengan modal hati yang legowo bin semangat 92 < karena ini angka kelahiran gue. Gue dateng dengan juk ijak ijuk~ syalalalal...
Apa hayoo yang gue dapetin... Bapaknya udah gak ada diruangan, gue pun menanti si Bapak dengan modal hati yang legowo yang gue bawa khusus dari Bekasi. sejam dua jam tiga jam sampe mau jambak orang, Jidat si Bapak belum juga nongol sampe hati ketar ketir mau bagaimana mau sampai kapan. Sinyal hape pun rupanya minta dijadiin Sop, karena mendadak sinyal ilang begitu pun dengan wifi gue ludes kesapu angin Depok yang cepoi cepoi... Alamaaakk gimana nasib anakmu ini maaaakkkk...
Sejam dua jam dua jam setengah jidat gak nongol akhirnya suaranya yang nongol.. rupanya si Bapak meninggalkan daku bersama sahabatku @alow_intan (nih gue promoin sob, karena dengan sangat baik dan berbudi luhur lu mau nungguin gue) di kampus tercuihntah ini untuk pergi merapat bersama barisan pemimpin BRI. huft akhirnya gue disuruh nunggu sampe jam 15.30. Pastinya gue iyain dong! udah jauh ke Depok gini.
Singkat kata waktu yang dinanti pun tiba dan pernyataan untuk judul yang kembali gue ajukan tiba dan jawabannya adalah...

Pada Akhirnya

Cinta tak harus memiliki, meski menyedihkan dan menyakitkan, meski semua harapan dan kenangan seperti melayang begitu saja tapi begitulah hati. Kita tidak bisa mengaturnya seperti seorang majikan. Mata kita melihat, mulut kita menyapa, telinga kita mendengarkan dan kepala kita menilai. Tetapi bila hati berkata ya meski yang lain tidak hanya perih yang tertinggal.

Cerita ini berdasarkan kisah sahabatku yang kubuat dengan sedikit bumbu-bumbu yang diperlukan untuk mengenang betapa manisnya cinta yang berada disekitarku.

Sahabat yang telah cukup lama kukenal meski pada akhirnya aku mengakui bahwa aku tidak tau banyak tentang mereka. Tapi kisah ini kusuguhkan bagi kalian yang memang mempunyai pasangan dan berniat untuk mencari selingan.

Dua sahabatku, keduanya memiliki pasangan kekasih, keduanya memiliki masa depan yang bertumpu, keduanya adalah pasangan yang harmonis bagi satu sama lain antar hati yang bertaut. Tak pernah ada satu pun terbersit untuk mencari yang lain meski kadang mengesalkan, tak pernah terbersit untuk meninggalkan meski kadang satu sama lain membuat jenuh dan kadang tidak pengertian. Ah indahnya cinta masa muda bukan?

Hotnya Sayapnya Api

Setelah kemarin gue koar-koar betapa asolelenya Pizza Bakarnya Kedai Kita, sekarang gue mau ngelanjutin apa yang emang udah gue janjiin, yaitu lanjut ke BTM. Ternyata ada juga nih yang nanya apan tuh BTM, oke BTM itu cuman Bogor Trade Mall, nah ditempat loe loe semua pasti ada nih yang macem Mall beginian.
Terus? kalo disemua kota ada, pentingnya apa?

Penting itu adalah ketika ada satu tempat makan yang ternyata cuman ada dikota-kota tertentu dan ternyata makanannya adalah sesuatu yang gak disangka-sangka dan dinyana-nyana dengan sungguhan pemandangan khas Bogor, Gunung Salak yang menjulang tinggi.

Asolelenya Pizza Bakar

Asolele itu pas nyobain makanan pertama kali terus jadi suka, tambah Asolele lagi ternyata makannya dibayarin~

Yak kebetulan ketika jeda UTS yang kini sudah berakhir, gue dan beberapa kawan dari Lab. Ma-Men ngebolang ke Bogor sehabis salah seorang dari tim bolang konsultasi ke Dosen Pembimbing. Rencananya sih berangkat jam 14.00, tapi apa dikata sayang dimalang, gue dan temen gue yang dari Bekasi kejebak kereta rusak, jadi yaa jam 16.30-an lah kita semua sampai di Stasiun Bogor dengan sehat walafiat.
Sebenernya perjalanan ke Bogor gak jauh-jauh amat dari Bekasi, cuman 1 jam setengah-an kalo gak ada apa-apa, nah namanya juga kereta Indonesia kalo gak ikutan kenapa-kenapa ya bukan Kereta Indonesia.
Emang dasar pada bocah pe'a kita gak lupa foto-foto unyu di Stasiun Bogor, padahal kecuali gue dan temen gue semuanya adalah cah Depok-Bogor, gue dan temen gue sendiri dibilang gak pernah ke Bogor juga enggak, jadi seakan-akan kita semua adalah pendatang dari luar Jabotabek. Ah sarap emang pada lu! haha...


Film Minyak Jelantah

Ya.. Ya..
Gue udah ngerti sepuluh turunan (biar gak kalah sama ekornya Naruto) tujuh tanjakan dan dua puluh tikungan kalo para pembaca yang terhormat sudah sangat muak sama dunia perfilman sekarang ini, bahkan ada yang dengan setia menyuarakan bahwa Sinetron-sinetron kacang Indonesia rendahnya sama kayak jalanan yang belom di beton.

Tenang gue disini bukan untuk mengatakan "ITU SALAH" tapi gue disini cuman mau mengatakan "ITU ADANYA CUMAN ADA DI FILM".

Skripsaaaahh Part 1

Yo, Lebaiers..
Akhirnya gue menginjakkan kaki di semester 8, meski terasa lama kuliah tapi jadi kangen lagi balik ke semester satu dan ngerasain gimana enaknya jadi Maha-Siswa yang kerjaannya keluyuran abis kuliah, kangen lagi balik ke semester 4 dimana gue keterima jadi Asisten Laboratorium Lab Manajemen Menengah yang emang masih aktif ampe sekarang, dimana dulu gue polos banget dan sekarang makin polos, :v.
Oke cukup sudah mengenang itu semua, karena gue bakal sediain ruang khusus buat memori-memori gue yang gak nyampe sejuta tera.
Menginjak angka 8 di masa perkuliahan, berarti menantikan Surat Keputusan apakah diriku yang fana ini bisa ke jalur Skripsi, Proposal atau bahkan Kompre.

A.I : Tugas Ke 3

Nama : Christina Ayu Septiarini
NPM : 21210583
Kelas : 4EB18

SKRIPSI
" Analisis Pengaruh Penerapan Good Corporate Governance dan Ukuran Perusahaan Terhadap Manajemen Laba pada Perusahaan Pertambangan yang Terdaftar dalam BEI 2009-2013"
(Judul Tidak Diterima)

Karena memang pada dasarnya tujuaan perusahaan adalah mencari laba yang sebesar – besarnya sehingga seringkali perhatian investor hanya terfokus pada laba membuatnya tidak memperhatikan prosedur yang digunakan untuk menghasilkan angka laba tersebut. Ketergantungan investor, pihak eksternal terhadap informasi laba yang terdapat dalam laporan keuangan, turut mendorong manajer melakukan earnings management atau manajemen laba untuk kepentingan sendiri.

Trisuci (?) Waisak

Tanggal 15 Mei 2014 adalah Hari Raya Waisak, dan semua yang berstatus pelajar juga tau hal ini, sesuatu yang didambakan dan telah lama dinanti-nanti, mungkin agak berlebihan, tapi asal tau aja depan rumah gue pun gak luput dari anak-anak kecil kisaran SD yang duduk-duduk atau bercanda (dan sama sekali gak ada yang maen petak umpet atapun galaksin! dasar anak jaman sekarang) selain mereka duduk-duduk jelas mereka juga jajan di Warung Ayu Sederhana yang untungnya sesederhana orangnya (itu gue) #haseek.

Awalnya gue cuman mikir Ah, Waisak.. Ah, Tahun Baru (lagi)... tapi ketika ngeliat berita bertebaran gue jadi inget bahwa Waisak gak cuman Waisak, ada pelepasan lampion di Borobudur yang selalu gue impikan untuk bisa langsung hadir disana, ada bulan penuh yang cantik banget di hari raya Waisak, itu adalah moment termanis menurut gue, dan terakhir ada liburan dan ngaso dirumah. wekekek..

OMK.Think

Apakah OMK itu?
dan mengapa OMK harus berfikir?
siapakah mereka sebenarnya?
dan mengapa kami harus perduli?

Heyho Lebaisme, rasanya lama tak menyapa membuat diriku kangen tak berujung #halah, gue berdoa sih semoga kabar Lebaisme semua baik-baik saja (meskipun tanpa gue *mojok *galikubur).
Kali ini gue dateng bukan cuman bawa artikel tapi gue bawa berita #haseek dah,


Rizka dan Hena Art

Namanya Rizka Suci Ultari, namanya secakep orangnya lho, enggak, gue lagi enggak muji ataupun menyatakan kesukaan terselubung sama si Rizka ini meski waktu dulu gue bilang suka gue ditolak sama dia #ah kenangan masa lalu
Kalo kalian pada gak percaya gue, nih gue kasih liat fotonya yang gue ambil diem-diem dari Facebooknya..

tjakep banget kan? pake tj malah, ckck.. saking cakepnya ampe gak keliatan mukanya.. XD
Oke dia ini adalah salah seorang dari 50 anak yang sekelas sama gue, yang kebetulan makin kesini yang masuk kelas makin susut. Dulu doi masuk ke dalam golongan anak hijab gahol seantero jekardah tapi sekarang doi hijab syari'i setelah tobat tujuh turunan yang ngebuat doi emang gak lebih cantik tapi jadi lebih adem..

Apa sih tumben banget gue nulis personal begini, padahal sebelumnya gue nulis orang kalo ada event-event gitu, nah alesannya adalah janji gue sama dia, dimana janji adalah hutang yang harus ditagih karena kalo tidak akan rugi nantinya #halah anak akuntansi..

Oke daripada kelamaan cingcongnya, langsung ajalaaahh..




Pedofilia dimana-mana!

Nama macem Sodomi sekarang ini bukan sebuah nama asing, dan punyanya orang pinter doang. Di pelosok media dari yang didenger, dibaca sampe bisa ditonton seringnya ngeliatin kisah sodomi, pedofil, bacok tetangga, bunuh istri, perkosa anak mau anak sendiri mau anak tetangga mau masih kuncup ato yang udah layu sikat mang..
Miris banget sih ngeliat berita yang bergulir yang kebanyakan malah pada bunuh-bunuhan digaris keturunan, awalnya gue cuman bisa geleng-geleng kepala dan ganti channel tipi buat ganti mood yang terjun ke level minus pas liat berita itu, what the hell banget gak sih sama manusia yang makin hina dijaman ini? (ya gue termasuk kalo dibilang manusia, gue kan manusia..).
Awalnya gue yang cuman nonton dan cuman bisa tanda tangan petisi dari change.org buat hukum seberat-beratnya para predator seksual itu, dimana kemaren sempet hebring membahana tentang kasus JIS yang gue sendiri sampe gak kepikiran itu gila kali ya cleaning service udah miskin masih belagu aja, dan parahnya bukan cuman ninggalin trauma tapi ninggalin bekas yang gak bakal dilupakan sama si anak, dan akhirnya kasusnya sekarang melebar sampe ke pengajar yang juga inceran FBI, Oh Man.. gila banget gak sih?

Mamen Team-K : Pasar Senggol

Holaaa Lebaismee!!
Akhirnya setelah selesai semedi saking banyaknya ide sampe tumpeh-tumpeh dan berceceran, gue nulis lagi. Ya ya gue tau kalian kangen banget sama tulisan gue, gue juga tau kalian kangen banget sama muka bego yang lebih sering gue publish daripada muka asli gue (yang sama begonya). Wah kata-kata Bego udah gue ucapin dua kali, selaw gue bukannya mau bikin uraian panjang kali lebar tentang analisis pengaruh muka bego dengan perilaku sarap kok, yang kali ini mau gue ceritain sampe kalian ngiler-ngiler adalah gimana seru bin rame macem arisan ibu-ibu erte sebelah yang ramenya bikin jedotin pala.
Jadi cerita kemanakah kitaaa....

I.A : Penerapan IFRS di Indonesia

A. Pembahasan

Indonesia perlu mengadopsi IAS/IFRS mengingat tujuan dari penerapan IAS/IFRS di Indonesia menurut ketua tim implementasi IFRS-Ikatan Akuntan Indonesia (IAI), Dudi M Kurniawan yang dimuat harian Kompas tanggal 6 Mei 2010 bahwa dengan mengadopsi IFRS Indonesia akan mendapatkan tujuh manfaat sekaligus :
  1. Meningkatkan kualitas Standar Akuntansi Keuangan (SAK)
  2. Mengurangi biaya SAK
  3. Meningkatkan kredibilitas dan kegunaan laporan keuangan
  4. Meningkatkan komparabilitas pelaporan keuangan
  5. Meningkatkan transparansi keuangan
  6. Menurunkan biaya modal dengan membuka peluang penghimpunan dana dan melalui pasar modal
  7. Meningkatkan efisiensi penyusunan laporan keuangan.

Genggaman Kecil 2

"Bukankah dunia ini sangat indah?" tanyanya kepadaku, Aku hanya mengangguk dan tetap memandang lurus ke laut biru yang terhampar luas didepanku, menyuguhkan panorama yang tak terbantahkan dan membuatku urung merasakan kemelut masalahku.

"Kau kenapa? rasanya laut indah didepan sana berubah menjadi hitam..." candanya membuatku tersenyum dan menatapnya

"Aku sedang bingung.." bukaku membuatnya menatapku dengan serius

"Ayo bicarakan kepada temanmu ini, aku memang bukan sahabatmu tapi setidaknya semua masalah akan terurai dengan baik kalau kau mau berbagi sedikit beban itu, yaa tapi hati-hati juga terhadap teman dibalik selimut" ah, berbagi beban dan kepercayaan yaa.. karena aku percaya kepadanya, tak ada salahnya aku menceritakan hal ini, toh ini bukanlah hal memalukan dan semua orang pun mengalaminya.

"aku bingung memilih langkah kedepannya, kemana aku akan mengambil sesuatu yang serius yang harus kujalani, seorang tak kukenal berkata kepadaku tentang hati yang bergetar dan bergerak, dan aku sama sekali tak memikirkan bagaimana menemukan sesuatu itu hingga hatiku bergetar dan bergerak" ucapku dan temanku hanya menghela lalu tertawa, Aku masih tersesat tidak mengerti dimana letak kelucuannya.

"Aku juga tersesat, Aku tidak mengerti sejauh ini langkah apa yang ku ambil, sejauh ini apa yang kudapat. Aku hanya masuk dan menjalaninya saja sampai akhirnya kamu berkata begitu rasanya Aku berfikir sudah sejauh apa aku berbuat untuk diriku sendiri" jawabannya membuatku berpaling penuh kepadanya, dia sahabatku memang sudah menapaki dunia perkuliahan dan rupanya dia salah satu dari sahabatku yang tersesat dalam dunia yang lebih dewasa ini.

"Jurusanku Akuntansi, dan sampai sekarang aku belum paham persamaan dasar akuntansi. Hebat? ya hebat sekali, padahal untuk urusan ilmu komunikasi dan yang berhubungan dengan sosial media aku sangat bisa dan tertarik..." Aku tertegun mendengarnya, ya dia benar, keahliannya dan bidang yang dia geluti sekarang tidak ada hubungannya, keahliannya sama sekali tidak berkembang tapi ilmu yang dia pelajari sama mentoknya dengan keahlian yang seharusnya bisa diasah dengan profesional bukan dengan pelajaran otodidak.

"Aku hanya mengikuti saran orang tuaku, bukan buruk mengikuti saran mereka, tapi keburukan itu justru didapatkan ketika kita lebih interest kesesuatu yang lain dan membuat bidang yang seharusnya diperdalam jadi terbengkalai karena sesuatu yang bikin tertarik itu punya magnet yang luar biasa besar"

"Jadi kamu memilih saran orang tuamu dengan jurusan Akuntansi meski pada akhirnya kamu malah belajar mati-matian ilmu komunikasi itu?" pertanyaan yang tidak punya jawaban, begitulah pada akhinya dia malah tersenyum masam dan membiarkanku dalam kesunyian.

Terkadang kita harus mengikuti saran dari orang tua atas apa yang kita lakukan, mereka merasa mengerti tentang apa yang terbaik dan apa yang telah terpampang nyata, untuk anak mereka, mereka tidak akan melepaskan kita dengan kebebasan, kecuali kita memberikan mereka satu.. pembuktian..
Jika keinginan kita sama kuatnya dengan pembuktian yang bisa kita berikan restu orang tua akan dengan mudah mendarat ditelapak tangan kita.
Keinginan dan penggapaian akan keinginan itu membutuhkan sebuah usaha dan perjuangan, sekarang aku masih dalam kebimbangan meski dititik ini aku merasakan bahwa hidup harus memilih dan kemana aku memilih aku tidak boleh menyesalinya dan berusaha sebaiknya.


Bersambung...

Dongeng Malam; Tidak Akan Kekurangan

"Hanya Tuhan yang bisa mengurang-ngurangi, melebih-lebihkan dan membuat segalanya menjadi keajaiban bagi kita. Tidak ada beruntung tanpa rencana Tuhan, bahkan tidak ada keadilan bila Tuhan tidak menginginkan"
Dahulu malam-malam selalu dipenuhi dengan pelukan hangat ayah, atau cerita klasik dari sang Kakak, yang selalu menceritakan cerita yang penuh dengan harapan dan keindahan hidup, makna hidup yang paling bajik. Ceritanya sungguh sederhana, tapi karena cerita sederhana itulah aku besar dan tumbuh menjadi pribadi sekarang ini...

-oOo-

Namanya Angela, dia manis sekali, dengan rambut panjang yang selalu dikuncir kuda kadang diberi bando, kadang diberi jepit. Pokoknya rambutnya ditata serapi mungkin. Dia seperti kamu, bagaimana kehidupanmu sekarang? bahagia? ya itulah dia.. keadaan mampu? ya itulah dia.. Dia apapun seperti kondisi kamu sekarang.
Perbedaannya dia sudah kelas 5 SD, dia sudah berani kemana-mana, kesekolah, kewarung tetangga, bahkan mengantar makanan ke rumah nenek yang berada dikampung sebelah. Angel bangga dengan hal itu, Ibunya pun bangga. 
Suatu hari Angel yang pergi kesekolah melewati jalan yang sama seperti yang biasa sudah dia lewati, sekolahnya jaraknya tidak jauh dari rumahnya, hanya 15 menit berjalan kaki. Seperti biasa pula ketika dia lewat orang-orang yang mengenalnya menyapanya dengan senyum..

"Selamat pagi Angel.."
"Sudah makan belum?" 

Sapaan ramah itu sudah biasa didengar Angel dan jawaban Angel dengan riang adalah membalas ucapan mereka atau menjawab pertanyaan yang diajukan.
Disekolah pun Angel dikenal sebagai gadis riang yang rajin membantu para guru, semua menyayangi Angel. 
Kenapa? kamu iri sama Angel? coba dengarkan dulu cerita ini sampai habis, tapi pastikan kamu jangan berfikir yang buruk dahulu. Duduklah dengan tenang sampai aku habis menceritakannya.

Siang itu terik, semua berharap dapat membeli es untuk meyegarkan haus mereka, begitupun dengan Angel, air minumnya telah habis bukan hanya diminumnya tapi juga diminta oleh temannya. Teman-teman sepulang sekolahnya pun mengajaknya untuk membeli es di warung yang baru buka, yang dikenal enak dan sehat. 
Kalau Angel fikir sisa uangnya memang cukup untuk membeli satu es itu dan dia sangat haus, rasanya mau pingsan sebelum sampai kerumah, maka dia memutuskan untuk ikut dengan teman-temannya membeli es diwarung yang baru buka itu.

Dalam perjalanan Angel dan teman-temannya menemui dua anak kecil yang usianya jauh dibawah mereka dengan badan kotor dan dekil juga bau, dua anak kecil itu hanya menatap mereka dengan mata yang penuh kelaparan itu, Angel sebenarnya tidak tega pada dua anak kecil itu tapi dia juga tidak bisa mengabaikan rasa es yang enak dan sehat itu apalagi dapat mengobati rasa hausnya. Teman-temannya pun hanya melirik sekilas dan berusaha mengalihkan pandangannya ke tempat lain. Angel yang merasa iba pun masih bimbang dirinya atau dua anak kecil itu.

Tapi, pada akhirnya kebimbangan itu digantungkan karena Angel tidak jadi memberikan sisa uangnya untuk dua anak kecil itu, meski ada rasa iba pada dirinya tapi dia juga tidak bisa mengabaikan rasa hausnya sendiri.
Kepalang basah sudah tidak memberikan sisa uang itu kepada dua anak kecil itu, warung yang dituju Angel pun rupanya tutup karena penjaga warungnya sedang pergi kerumah saudaranya yang tiba-tiba sakit. Angel pun akhirnya memikirkan dua anak kecil itu, menyesal kenapa tidak memberikan sisa uangnya, padahal dia bisa saja menahan rasa hausnya karena rumahnya hanya berjarak 15menit dari sekolahnya. Sedangkan anak-anak itu mungkin rumahnya jauhnya berkali lipat dari tempatnya tadi.

Angel pulang dengan lesu, tapi yang didapatinya dirumah bukan kepalang membuatnya gembira, ada es buah! es buah yang menyegarkan ditengah mentari yang terik, es yang lebih nikmat dari es yang dijual oleh warung baru itu pasti, yang ini es buah dengan susu, dengan banyak buah...
Angel pun menceritakan kisahnya hari ini kepada ibunya yang mendengarkan sambil tersenyum.

"Kamu tak salah Angel, memberi itu datangnya dari hati, dari keikhlasan, dari ketetapan hati, dari rasa memberi yang menyejukkan hati. Kamu bimbang karena kamu masih memikirkan dirimu sendiri. Ingatlah untuk esok jangan pernah takut akan yang hilang hari ini karena nantinya akan ada kejutan baik yang menantimu. Saat ini banyak yang takut akan kehilangan barang-barang mereka bila mereka memberi tapi ingatlah jangan takut Tuhan akan menggantinya, Saat ini pula banyak orang yang dengan murah hati memberi pada siapapun ingatlah janganlah memberi ketika hatimu merasa terganggu oleh orang itu, karena memberi ada aturannya, memberi pada orang yang tepatlah yang akan berbuah. Dari hatimu dari malaikat penjagamulah kamu akan tau apakah orang itu membutuhkan atau tidak"

Dongeng Malam; Ada kelinci di bulan

"Apa kamu tahu bahwa ada kisah sedih dibalik indahnya rembulan? Coba kamu perhatiin bulan itu baik-baik, disana ada kelinci.. kenapa ada kelinci? Tuhanlah yang melukis itu dibulan sebagai tanda penghargaan kepada seekor kelinci yang dengan tulusnya membantu sesama.."
Yaa, itu adalah sepenggal pembukaan yang mengawali dongeng malam sewaktu gue kecil, yang menceritakannya adalah kakak gue, dan inilah awal gue selalu menunggu bulan penuh untuk melihatnya, dan sekali lagi belajar bahwa perjuangan terhadap sesama tidak akan membawa penderitaan.
Semua tau kisah kelinci dan kura-kura semua juga tau kisah kelinci cerdik. Tapi waktu itu gue tergila-gila dengan kisah ada kelinci di bulan buatan kakak gue..
Jadi kini ketika ingatan gue masih jernih tentang cerita yang membekas itu gue pun akan menuliskan ulang disini.
---0---

dari Kolombia sampai ke Japan 1

Mantep gak tuh judulnya, dari Kolombia sampai ke Japan, apakah gue lagi ngetrip? atau gue lagi menjelajah mencari sesuap nasi dan sebongkah berlian kayak kata bang wali, secara jauh banget itu jaraknya..
Tapi sayangnya anda semua tidak mendapatkan seratus bila berfikiran kayak gitu..
Kejadian ini dimulai pada Jumat, 14 Maret 2013 kemarin tapi jelas ini bukan late post cuman orangnya aja yang lelet nerbitin..

Gue dan sahabat seperjalanan sepenanggungan sependeritaan berniat untuk pergi ke galnas atau bahasa bekennya galeri nasional, yang tempatnya percis didepan mata St. Gambir. Namun berhubung gue adalah salah satu gadis sholeha yang jarang pergi kemana-mana karena keterbatasan waktu yang dimiliki dan ketika gue menanyakan apakah bisa turun di St. Gambir dan temen gue bilang gak bisa, akhirnya gue dan sahabat seperjalanan sepenanggungan sependeritaan memilih untuk menaiki si sexy beaty pinky (youu knowlah maksud ane).

Tapi malang nasib ditanggung barsamo..

dari Kolombia sampai ke Japan 2

Well setelah berleyeh-leyeh dengan malang nasib ditanggung barsamo, sekarang gue bakal pamer ke kalian ngapain gue ke Galeri Nasional sampe kenapa gue bisa ngasih judul yang wew ini..
Setelah dengan perjuangan yang sangat banget ketempat ini, akhirnya kita sampe dan segera parkir motor.. seperti museum lainnya, galeri nasional ini juga sedang ada pemugaran dibelakanganya..
Awalnya sih kita mau kesini


Tapi lucunya satpam yang tiba-tiba jadi guide menyarankan agar kami ke pameran lukisan oro dulu, apakah itu oro, kenapa diberi nama itu, yuklaa segera kita bahas~

Genggaman Kecil 1

Aku memandang langit gelap itu kini, sebentar awan tersibak mentari bersinar dan kini aku tak menemukan setitik pun cahaya itu berpendar dibalik awan gelap yang kini datang menghadang.
Apakah Tuhan sedang mencoba menggambarkan kondisi diriku kini?
Terluntang lantung dalam dunia fana ini, bukan hanya dalam kehampaan tapi rasa sedih yang tak berkesudahan.

Tidak, tidak.. Tidak ada kabar tak mengenakan bila kalian memang berfikiran seperti itu, tidak pula keluargaku yang hancur berantakan dan mungkin Aku mencoba mengingatkan kalian, tidak semua keluarga yang berantakan memiliki anak yang sama berantakannya, yang merupakan cermin dari perilaku fondasi keluarga itu, tidak juga pada diriku bahwa Aku adalah anak dari seorang yang sangat kaya sampai tidak diperdulikan atau anak dari seorang yang sangat miskin yang memiliki impian lebih dari kemampuan hingga depresi.

Aku hanya seorang anak, ya.. seorang anak yang sedang menapaki tangga kehidupan.
Kehidupanku mungkin sama seperti dengan kalian, tertawa bersama dengan dua tiga orang teman, mencicipi setiap kuliner yang membuat penasaran, mengisi masa-masa smp dan sma dengan kenakalan remaja biasa. Dan kini ketika Aku mau menapaki kehidupan perkuliahan, disinilah titik itu Aku terhenti sesaat, bertanya hendak dibawa kemana apa yang kumiliki, segala pikiran yang menyertaiku, segala apa yang kurasakan.
Aku terlampau bingung, sama sekali tidak punya tujuan tapi memiliki banyak pilihan jurusan dan universitas mana. Aku memang tidak sangat kaya, namun dengan kondisi keuangan keluargaku Aku mampu masuk universitas manapun.

Kuliner : Dapur Sambal

Yak untuk kesekian kalinya gue balik ke tempat makan satu ini (sebenernya baru 2kali sih, wekekek).
Tempat makan yang baru aja dibuka, berlokasi di depan Grand Metropolitan yang juga baru diresmikan tahun ini.
Tempat makan ini bukan anak baru dalam usaha kuliner tapi merupakan cabang dari tempat makan yang ada di Jogjakarta, bukan itu saja pendirinya juga seorang pribumi asli (yang gue gak tau doyan pedes apa enggak, kalo doyan masak mungkin XD).
Jadi seperti apa sih dapur sambal menggoyang lidah kita dibandingkan dengan Spesial Sambal (yang sampai kini di bekasi kunjung tiada). Menu Spesial Sambal sendiri setengahnya udah pernah ngendep di perut gue loohh~
Sebelum beranjak dari apa yang gue makan sampe bagaimana statistik kepuasan gue, nih gue kasih liat dulu menu-menunya dan nama-nama menunya yang berhasil ngebuat perut gue selalu kosidahan (meskipun cuman liat menu)

Valentine : Berbagi cinta bersama OMK Yohanes Pemandi


Wah ini semestinya post-an yang dilakukan di bulan kemarin, biar lebih afdol, tapi karena berhubung gue nunggu foto moment itu sampe nungging-nungging dan akhirnya dapet barulah gue post tulisan ini. ^^

So, malam itu gue diajak salah seorang teman untuk bergabung dan menyampaikan cinta dengan moment valentine untuk berbagi cinta ke panti asuhan. Gue yang emang lagi lowong ikutanlah. Awalnya gue emang kepikiran juga, kenapa gak ikutan selama itu berarti kepedulian terhadap sesama, yaa Valentine kan hanya moment saja. Pada dasarnya semua orang butuh moment toh untuk menyampaikan sesuatu? Bahkan ketika cewek atau cowok melakukan penembakan mereka membutuhkan moment.

Acara itu diadakan pada hari sabtu, 15 Februari 2014. Kenapa tidak tepat tanggal 14 Februri mungkin agar para pasangan dapat bertukar sayang sejenak, siapa tau. Yang jelas pada tanggal itu gue jualan cokelat sama mawar. 
Kita berkumpul dirumah Momot, bukan hanya sebagai tempat ngumpul tapi juga sebagai markas merancang strategi guna mensukseskan acara. Disana kita gak hanya dateng ngasih coklat aja tapi kita juga mau ketawa ketiwi bareng mereka, ngegames bareng mereka dan yang pastinya memberitahu mereka secara lisan, kita ada untuk saling perduli.
Acara ini sendiri mengusung tema "Berbagi kasih bersama OMK", dimana sebagai Orang Muda Katolik tidak hanya memikirkan bagaimana cara bersenang-senang dengan duniawi saja, tapi juga bagaimana kita akhirnya kembali kepada pelayanan sesama, well sama kayak tema APP tahun ini yang mengambil tajuk Dipilih Untuk Melayani.

A.I : BAB III. Akuntansi Komparatif 1

Akuntansi Komparatif adalah akuntansi untuk transaksi internasional, perbandingan prinsip Akuntansi antar Negara yang berbeda dan harmonisasi berbagai standar Akuntansi dalam bidang kewenangan pajak, auditing dan bidang Akuntansi lainnya. Akuntansi Komparatif berkaitan erat dengan Akuntansi Internasional, mengingat Akuntansi Komparatif membawa perbedaan negara yang memicu perbedaan penerapan sistem Akuntansi.

Penambahan dari Akuntansi Internasional ini, maka ditetapkan pula standar akuntansi (aturan yang mengatur penyusunan laporan keuangan). Beberapa adalah hal-hal yang mendasari diperlukannya standar Akuntansi :
  1. Dikebanyakan negara hukuman atas ketidakpatuhan dengan ketentuan Akuntansi cenderung lemah dan tidak efektif.
  2. Perusahaan boleh melaporkan informasi lebih banyak daripada yang diharuskan secara sukarela
  3. Beberapa negara memperbolehkan perusahaan untuk mengabaikan standar Akuntansi jika dengan melakukannya operasi dan posisi keuangan perusahaan akan tersajikan secara lebih baik hasil.
  4. Di beberapa negara standar Akuntansi hanya berlaku untuk laporan keuangan perusaah secara tersendiri dan bukan untuk laporan konsolidasi.

Di bab ini kita akan membahas enam negara maju yang mendominasi perkembangan Akuntansi Internasional saat ini dan keenamnya termasuk kedalam pendiri IASB (International Accounting Standard Board).

Seminar Diseminasi Skripsi 2014


Gue gak bakal sadar kalo gue udah nginjek akhir semester kalo aja seminar atas inisiatif kampus ini diomongin dimana-mana, gue juga gak bakal nyiptain padanan kata yang cocok buat skripsi ini selain skripshit, dan gue juga gak bakal sadar kalo tahun ini gue nginjek umur yang makin makin dengan impian muda yang masih gemilang yaa meski saat ini gue juga gak bisa dibilang tua amat, menurut beberapa pakar ini adalah usia dimana semua bukan hanya berkembang dan melalui pematangan pikiran tapi juga sudah saatnya melangkah menjadi lebih matang. Tenang, bukan nikah yang gue maksud.

Oke, skripsi yang untuk beberapa orang menjadi momok yang lebih menakutkan daripada diputus pacar adalah hal mau gak mau harus dilalui oleh semua anak yang mau namanya dapet tambahan Sarjana, mau ekonomi kek, mau teknik whatev apapun itu yang baunya anak mau sarjana.
Selama seminar ini (belakangan gue baru ngeh) bahwa satu jam sebelum masuk dan satu jam sesudah masuk tampang mereka berbeda semua, dan timeline ataupun beranda Facebook gue udah gak perawan lagi karena tiba-tiba topik semua orang menjadi "semoga dimudahkan skripsinya", "semoga dipercepat lulusnya","semoga bisa dapat tema yang bagus" dan lain lain sampai gue bingung ini facebooknya siapa atau ini twitternyee sapee..

Lalu apa sih sebenarnya isi dari seminar yang terlaksana pada tanggal 24 Februari itu, dimana gue meninggalkan training sejenak untuk menghadiri seminar yang sebegitu pentingnya.

Seminar Perkembangan Sistem Informasi & Perbankan di Indonesia


Setelah seminggu terkatung-katung tanpa semangat hidup karena gak bisa ngeblog hasil dari kekerean akut yang menyerang manakala sebulan penuh UAS disusul dengan seminggu ujian utama yang menyita perhatian dibanding dengan pacar yang ngambek, meski kalian boleh mengatakan gue gak punya pacar dan dalam kenyataan pahitnya memang itulah. Ah sudahlah.. berhentikanlah curhat penting ini untuk dilanjutkan dengan bagaimana ngantuknya gue waktu ngikutin seminar yang diadakan pihak kampus yang tentu saja berlabel geratis dan uniknya gue adalah satu-satunya yang daftar di seminar ini dari anak-anak Lab. Manajemen Menengah lainnya, karena dengan inisiatif setinggi puncak jaya wijaya gue selalu ngecek Student Site dan senantiasa nengok pendaftaran seminar agar tidak kudet meski tidak kunjung cupdate.

Oke sial itu adalah ketika udah tau besoknya seminar gue malah begadangan dan tidur pukul 03.00, tolong bayangkan apa yang saya lakukan. Memangnya dengan begitu saya bisa menyimak apa yang terpampang jelas nyata dihadapan saya nantinya. Astaga..

ramainya kayak gimana? ya begini..
Seminar ini diadakan pada hari senin, 24 Februari, tepatnya seminggu yang lalu. Pukul 13.00 berlokasi di Gedung 4 kampus D, diluar prediksi gue ternyata seminar ini bukan hanya terbatas untuk kalangan mahasiswa tapi juga disebarkan melalui undangan ke beberapa sekolah yang berpotensial untuk masuk gerbang Gunadarma, wah penjeratan menjelang awal ajaran baru nih. Untuk hal itu mari kita lupakan dan mari kita simak bagaimana seminar indah ini yang (seperti biasa) dikemas tanpa membuat audiens tertarik, bisa gue bilang yang membuat mata orang-orang ini melek adalah keingintahuan luas dari grafik yang sulit diukur karena bagaimanapun disisi kiri dan bawah grafik tidak ada ukuran pasti yang seharusnya tergambarkan. Wah wah jangan pikir gue lagi mencela yooo..

Pembicaranya terdiri dari 3 orang ; Dr. Budi Hermawan, Marhan Fahamsyah dari OJK-BI, Abdus Salam, ST. praktisi perbankan mandiri syariah, dengan ibu moderator yang cantik bu Kartika (serius dia cakep).

Mentari Part 1

Gadis itu terdiam, duduk termenung, dia ada diseberang tempatku duduk sekarang, diam terpana memandang dirinya. Dia manis melebihi madu lebah, Dia cantik melebihi bunga mekar, namun Dia membawa kekelaman luar biasa. Wajahnya muram dan tak ada warna didalamnya, ada apa denganmu?
Disebelahnya duduk pula kakaknya sama kelamnya, Sang Kakak gadis hanya menatapku dengan pandangan nanar dan berkata 'semua baik-baik saja'.

Buat Tuhan

Haloo Tuhan yang selalu ada dimana-mana, yang selalu berdiam dihati orang baik dan jahat, yang selalu membimbing yang baik dan buruk, yang selalu tersenyum kepada siapapun yang mengingini dan tidak mengingini....

Tuhan, lelahkah engkau pada hari terik ini?
Tuhan, lelahkah engkau pada hari yang basah ini?
Ketika ku tidur turutkah engkau terlelap?
Ketika ku memejamkan mata turutkah engkau memejamkan mata, menghantarkan cahaya pada kegelapan, yang tak pekat dengan bintang yang bersinar bersamanya.

Tuhan sungguh baik, kupelajari bahwa engkau menciptakan dunia ini hanya 7 hari lamanya, ketika engkau menciptkan langit dan bumi, ketika engkau menciptkan cakrawala, binatang, cahaya dan gelap, yang kemudian semua berbaur menjadi satu dan kutahu Tuhan pada hari ketujuh engkau beristirahat dan membiarkan bumi terkuasai oleh segala ciptamu.

Adalah ketika..

Deg-degan itu adalah ketika kita ditelfon meski hanya untuk sekedar interview, atau sekedar melakukan sesuatu, wah wah..
rasanya malah jadi tidak sabar.
Deg-degan adalah ketika kita mengharapkan sesuatu untuk dinanti dan kemudian dia membawa cercah harapan. Wah..
Deg-degan adalah ketika akhirnya apa yang dinanti dan ditunggu terpampang didepan mata, selembar formulir yang telah diterima. Meski belum diterima sepenuhnya tapi menjadi sebuah kebanggaan bisa hadir dalam audisi itu.

The Comment Lovers!

Holaaa Host The Comment yang sampe sekarang gak kunjung terkenal juga, Duo maut yang bikin ketawa sampe nungging-nungging. :D

Salam kenal dari fansmu yang juga kunjung tak dikenal, yang mentionnya sering tenggelam sama fansmu yang lain, yang tiap malam biasanya adu cepat rebutan remote sama bunda.
Semoga kabar duo host ketje yang selalu bilang "jangan tonton kami" tetep sehat yaaa..

Awal perjumpaan Aku dengan The Comment pun hanya sebuah kesengajaan, bermula dari perubahan nama stasiun televisi, melihat iklannya, meski ada rasa penasaran namun tak kunjung teringat untuk menontonnya. Benar hanya sebuah kesengajaan dimana ketika Aku berputar-putar mencari program menarik akhirnya Aku terpaku kepada kalian, dengan rambut klimis kalian, dengan wajah gak ganteng kalian, tapi selalu konyol dengan kelakuan yang kadang gak pernah masuk akal. hihi.. semua itu membuatku tertawa, mungkin bukan aku saja, mungkin banyak pecinta kalian yang ikut tertawa bersamaku meski tempatnya berbeda, tertawa sampai guling-gulingan ataupun mengeluarkan air mata. 

iiihh~ngus....


Ingus tuh? Iyak ingus!
kenapa coba gue bahas ini??
mau tauu dong pasti :P

Mantan-Mantan

Haii mantan, baik yang udah nikah ataupun belum, yang masih jomblo ataupun akhirnya sudah menemukan kabar baik, yang sudah didaur ulang atau dibiarkan teronggok tak berbekas.
Apa kabar kaliaaann??
baik?
baik dong.. :D

Telimikici yaaa buat hari-hari yang pernah kalian suguhkan kepada diriku ini, yang mungkin telah menyia-nyiakan diri kalian, tapi percayalah bahwa sekarang mungkin kita tak berjodoh dan ada orang lain diluar sana yang merupakan jodoh kalian dan menunggu agar kalian sendiri #ciiee ditungguin tuh :D
Yang pasti gue juga begitu kok, sedang menunggu pangeran untuk menjemput #haseekk..
:D

Banyak yang bilang buanglah mantan pada tempatnya, sampe sekarang gue masih mikir apa yang dimaksud dengan "tempatnya" itu apa, tapi yang pasti kalian adalah warna baik kelam ataupun cerah di kehidupan lampau, tidak baik mengingat yang lalu, yang baik adalah merancang masa depan, tapi gue juga sadar bahwa tanpa kalian, tanpa pelajaran dari rasa dan kalian yang adalah potongan masa lalu, tak akan ada gue pada hari ini. So, terima kasih banyak atas segalanya.

Gue jadi terkenang bagaimana gue belajar menyayangi, bagaimana gue belajar berlapang dada dengan kekurangan-kekurangan yang ada, bagaimana gue belajar mengalah lebih baik dan egois ada tempatnya, bagaimana gue belajar menatap langit dengan hati yang baik, bagaimana gue belajar bahwa ada hal-hal yang memang seharusnya tidak ada, bagaimana gue belajar mengikhlaskan, dan akhirnya bagaimana gue belajar dari keterpurukan cinta.

Pernah gue terjatuh dalam pusaran cinta dan sulit mengendalikan waktu, bersama seseorang itu mengatur waktu menjadi sulit. Pernah gue terjatuh dan tidak mengerti bahwa saat itu gue terjatuh, segalanya menjadi tidak terkendali dan gue pun jadi kebingungan. Pernah apa yang gue rencanain menjadi gagal hanya karena seseorang dan kala itu gue nyalahin seseorang itu. Pernah gue ngalamin kemalasan over dan hanya berpusat pada satu titik.
Ya, gue pernah mengalami hal itu, hal-hal remeh temeh yang kemudian menyadarkan gue bahwa kehidupan bukan hanya berpusar pada mereka saja. Mereka memang bukan hanya, tapi dalam kehidupan ini gapailah yang mau kamu capai dan buatlah dia menjadi penyemangat, menjadi pendukung dalam kehidupan ini.
Pernah ketika gue terpuruk dan gak bisa bangkit lagi, akhirnya gue mencari sesuatu yang baru. Gue pun jadi belajar bahwa mengendalikan diri sama sulitnya dengan mengendalikan nafsu itu sendiri.

Begitu banyak pelajaran kehidupan, bukan teori tapi melalui proses ketika kita menjalaninya.
Begitu banyak air mata dan kisah yang dapat diceritakan, tapi pada akhirnya kita belajar dan menjadi lebih dewasa.
Begitu banyak hal-hal yang terlupakan ketika kita hendak mencapai langit, tapi ternyata itu adalah semu, karena ketika kaki dijejakkan kembali ke bumi, kita tidak memperoleh apa-apa selain kehampaan.

Gue kini belajar bahwa apa yang dikerjakan adalah sesuatu yang harus dikerjakan sampai tuntas, dan hati yang bergembira bukanlah karena gue dan loe bersatu tapi karena bersama kita dapat menggapai sesuatu.
Ya, gue belajar itu dari masa lalu, gue mengambil hikmahnya. Dan karena itu sekali lagi gue berterima kasih kepada para mantan yang pernah menumpahkan warna dalam kehidupan ini.
Semoga kita saling diberkati dan menerima berkah dari kehidupan! :D

Apa Kabarmu Hantu!


Hai orang asing yang foto bersamaku! :D
Apa kabarmu, setahun telah berlalu semenjak kita foto bersama yaaa..
Waktu itu lagi ada Social Media Festival 2013, itu adalah hari terakhir untuk ajang SMF dan kamu ada disana dengan pakaianmu yang menyeramkan, hehehe..
Mungkin sekarang ini (dengan jodoh) kamu lagi baca dan mengatakan
"ah ini kejadian setahun yang lalu dan rupanya dia toh yang berfoto bersamaku"
terkejut gak terkejut??
hihi..

Hartaku, Keluargaku

"Harta yang paling indah adalah keluarga"

Halo Mamaku sayang, Papaku ganteng yang ada di Surga, Halo juga untuk kedua kakakku, kedua ponakanku, dan saudara-saudaraku. ^^

Sungguh membahagiakan bisa ada di dunia ini, hadir ditengah-tengah kalian, dengan perbedaan yang saling kita miliki, yang saling kita punyai, dan akhirnya malah saling melengkapi Kita.

Kalian adalah keluarga yang sungguh mengagumkan meski terkadang kurasakan perpecahan, meski kadang kurasakan sebagaimana konflik keluarga muncul dan akhirnya menjauhkan satu dengan yang lain. Tapi kita sebagai keluarga bisa menghadapi semua itu, bagaimana kita menghadapinya, bagaimana kita akhirnya menyatukan kembali keluarga yang tercerai, meski pada akhirnya bilamana harus tetap ada yang dijauhi.

Chimonk !!

Trip in Paradise!!
Haiii, teman ngetrip gue yang gilaaaa, gue buat surat cinta nih buat kalian.
Teman ngetrip yang sumfeh bukan aja ngeutamain pemandangan yang fantastis tapi juga ngeutamain bagaimana kenyamanan tercipta dengan modal yang banget minim.
Thanks berat seberat badan gue buat kalian semua, ngejadiin kuliah akhir-akhir ini menjadi yang paling indah, setelah tingkat 1 dan 2 gue merasa terpuaskan dengan segala keonaran mulai dari bolos, males sampe ngehabisin duid gak kira-kira yang akhirnya gue sadar bahwa itu semua menjadi absurd dan harus dihindari.

Yang akhirnya gue menemukan kecintaan gue terhadap bumi pertiwi, menemukan kecintaan gue terhadap alam yang indah sekali, yang membuat gue ketagihan dan terus mau lagi.

Terima kasih banyak untuk kalian yang selalu ajaaa ngatur jadwal agar waktu kita lowong bareng dan akhirnya bisa jalan, meskipun itu di tengah UAS, kalian emang cepek persen GILA!! :D
Klaten-Budur-Malbor-P. Indrayanti

Valentine-Ku..

Untuk Valentine-ku yang belum ada kabarnya, yang belum ada wujudnya, yang belum terbayang seperti apa.
Ku ucapkan salamku padamu, Ku tanyakan apa kabar pagimu?
Baikkah dirimu pada hari ini? 
Baikkah dirimu di hari kemarin?
Baikkah dirimu pada esok hari?

Untuk Valentine-ku yang Aku pun tak mengerti bagaimana rupamu, bagaimana perilakumu, dan bagaimana kita bertemu..
Akankah kita bertemu secara baik?
Akankah kita bertemu setelah sekian lama tidak bertemu? 
Akankah kita bertemu sebagai kawan baru dan jatuh pada pandangan pertama?
Mungkinkah Kamu orang yang dekat denganku?
Mungkinkah Kamu orang yang jauh lalu mendekat kepadaku?
Mungkinkah Kita sama sekali asing dan kemudian saling mengenal?

Bitcoin, Crypto Currency

Pasti masih banyak yang belum kenalan sama Uang Digital satu ini, yang tahun kemarin baru saja naik pohon dan telah dipakai oleh negara-negara adidaya. 
Pertama mari kita kenalan dulu sama Bitcoin, yang masih menjadi perbincangan hangat tentang pantas tidaknya memasuki hati Indonesia.
" Bitcoin adalah mata uang digital yang benar-benar digital dalam perputarannya meski pada beberapa bagian Bitcoin akan ditukarkan kedalam Fiat (uang kertas). Bitcoin sendiri dipakai sebagai mata uang alternatif yang dapat membayar barang dan jasa, yang pertama dan mudah. Cryptocurrency paling populer, atau mata uang yang menggunakan Cryptography (enkripsi untuk komunikasi yang aman dan transmisi data dan informasi) untuk mengendalikan penciptaan, administrasi dan keamanan, menggunakan sistem peer to peer (P2P) -Artabit "
 Bitcoin berdiri tahun 2009 oleh alias Satoshi Nakamoto, yang identitasnya belum terungkap dan meninggalkan proyek ini pada tahun 2010, ini berarti setahun setelah pembuatannya (sungguh malang nasibmu nak). Tapi pada tahun 2013 Bitcoin menjadi hal yang menggemparkan ketika nilai Bitcoin (atau mungkin kalo berkenan gue akan singkat BTC) melonjak lebih dari 10 kali lipat dalam jangka waktu dua bulan, dari $22 di februari menanjak menjadi $266, bayangkan keuntungan yang didapatkan, malah bisa menjadi kaya mendadak. Tapi ingat BTC sangat fluktuatif yang artinya BTC bisa sangat berharga mahal atau malah tidak berharga sama sekali, akhirnya semua kembali lagi pada pasar.

Beaty Pinky

Untuk Kamu yang selalu temani Aku, baik dalam suka ataupun duka, baik dalam indahnya hari atau kelamnya malam, baik dinginnya hari atau panasnya mentari.

Hari ini bisa dikatakan Aku mengenalmu sudah 3tahun, tidak terasa ya, waktu bersamamu sungguh cepat berlalu. :)

Beaty Pinky yang selalu setia menemaniku, awalnya Aku sama sekali gak suka denganmu, sebab warnamu pink sedangkan warna yang kusuka adalah hijau, tapi entah mengapa seiring berjalannya waktu hati ini pun mencair dan Kamu pun menjadi bagian dalam hidup ini, menjadi bagian yang tidak terpisahkan, yang kubawa kemanapunku pergi, kemanapun tujuanku, dengan setia tanpa pernah nakal ataupun mogok.

Untuk Anak Jalanan

Siang itu kudengar suara berisik didalam angkot yang membawaku pulang, kalian dengan botol berisi beras menyanyikan lagu yang tidak fasih kalian nyanyikan, dengan suara sumbang kalian menyumbangkan lagu yang sudah tidak asing lagi. Mata memandang hampa ke jalanan aspal, mulut masih bernyanyi sedangkan botol itu kalian tepuk-tepukkan ditangan satunya lagi dengan sekenanya.

Kulihat kalian berpeluh keringat kadang mendesah dan tidak kulihat senyum itu mengembang, dengan wajah terbakar mentari, baju yang bolong-bolong, tak beralaskan sandal hingga  kaki kalian terlihat kapalan, kalian membagikan amplop kepada kami untuk diisi sesuai kebaikan hati kami.

Sedikit yang mengisi banyak yang merutuk karena kadang kalian mengundang bau akibat tak mandi berhari-hari, dan Aku hanya bisa memandang kalian nanar.

"Tantei Kudo"

Ah, akhirnya kutulis juga surat ini, akhirnya jadi juga surat ini.
Aku sudah lama sekali menantikan saat-saat ini, menantikan tanggal ini, untuk bisa menulis surat untuk Dia, yang meski hatinya milik orang lain, tapi Aku tetap mendambanya dan menantinya.

Semenjak kelas 5 SD Aku mulai diperkenalkan kepadanya, ketika bertemu Aku pun langsung mempunyai rasa, begitu indah begitu sejuk begitu mengagumkan.

Segala tentangnya kupelajari, meski waktu datang itu tak mengikis apapun, pribadinya yang canggung, pribadinya yang kadang begitu menjengkelkan. Namun ada kalanya ketika Dia sedang menghadapi sesuatu yang menjadi kesenangannya, Dia akan terlihat begitu hidup, begitu bersinar.
Sinarnyalah yang membawa kekagumanku kepada yang tertinggi, ketika Dia memberikan solusi kepada sesuatu itu senyumnyalah yang tergores, menampakkan citra seorang detektif yang luar biasa.

Bintang Gemintang

Dengan sinar yang begitu berkemilauan,
Hilang ketika awan mendekat, Bercahaya ketika awan tersibak,
Bersembunyi diatas sana, milyaran kaki dari tapak bumi.

Halo Bintang Gemintang,
Yang terangnya selalu menentramkan hati ini,
Yang kehadirannya menghangatkan malam-malam dingin,
Tak mudah menemuimu, butuh perjuangan dan harapan,
Tak setiap hari engkau ada, namun Aku selalu menunggu,
Dibalik jendela kusam, menantikan cahayamu akan menembus jendela itu,
Menampakkan tiap jengkal hadirnya dirimu,
Menampakkan betapa indahnya bila Engkau bersinar,
Menampakkan betapa manisnya cahayamu yang menghiasi langit.

Teruntuk Mimpi :)

Terima kasih kepada Mimpi, entah Aku harus memanggilmu Mas Mbak, Om Tante, atau apa..
Tapi bagaimanapun dirimu Mimpi, adalah sesuatu yang dimiliki oleh semua orang.

Mimpi, Aku mengenalmu semenjak Aku belum mengerti apa Kamu, semenjak Aku masih menganggap Aku bisa menjadi apa saja, dan akan berubah menjadi apa saja yang Aku suka.

Bersahabat Dengan Cinta

Halo sahabat,
Bagaimana kabarnya harimu hari ini?
Baikkah? menyenangkankah?
Baru saja ya kita saling bersua, mengobrol, dan sesekali menampakkan senyum di wajah kita.
Hari ini Kamu bersiap menemui orang tua dari seseorang yang Kamu sayang, dan tak lupa kuucapkan selamat dan semangat, semoga saja pertemuanmu dengan mereka berjalan dengan lancar ya.